Sabtu, 19 Juni 2010

SMP NEGERI 4 RANCAEKEK DENGAN INI MENYATAKAN 
ANTI FORNOGRAFI

Dengan berlarut-larut dan berkepanjangan pembahasan mengenai VIDEO MESUM (video bejad moral) baik di media elektronik dan media cetak, akan menimbulkan banyak yang penasaran/perasaan ingin tahu, ingin melihat dan memilikinya. Mendingan yang penasaran ini sudah dewasa (dosamah dosa anger), hal ini sudah banyak ditonton oleh kalangan siswa SMP s.d. SMA/SMK baik melalui ponsel maupun ceritera di lingkungan sekitarnya. Kejadian inilah yang diinginkan oleh pihak yang tidak menginginkan NKRI berkembang pesat. (Alhamdulillah di SMPN 4 Rancaekek mah teu mendak nu kitu)

Kondisi ini sangat menghawatirkan masa depan mereka yang notabene menjadi pemimpin di masa depan. Bagaimana indonesia di masa yang akan datang dipimpin oleh manusia yang sudah teracuni dengan budaya yang tak sesuai dengan moral dan adat bangsa yang terhormat ini.



Oknum yang sengaja menyebarkan adegan mesum tersebut baik melalui dunia maya, cd, maupun lainnya, adalah orang yang tidak menginginkan dunia pendidikan di Indonesia berkembang pesat. Alasannya jelas, Video mesum tersebut sengaja dilakukan (terlepas dari benar atau tidak pemerannya) oleh tiga orang artis yang sedang digandrungi oleh kalangan remaja belasan tahun yang masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA. Dengan ketiga artis tersebut akan banyak peminat khususnya dari kalangan remaja.
Itulah salah satu cara menghancurkan Indonesia tercinta ini (di samping melalui NARKOBA dan budaya asing), awalnya dengan menghancurkan generasi mudanya.
Kepada seluruh lapisan masyarakat, hendaknya hati-hati dengan penomena tersebut. Sampai-sampai presiden kita Bapak SBY mengajak kepada seluruh orang tua untuk terus mengedepankan kualitas moral anak sehingga bisa menghadapi arus kebebasan informasi dengan positif.
Selanjutnya beliau berpesan lagi "Konteks moralitas, tatakrama, kesantunan, saya mengajak semua orang tua tidak berhenti menjaga moral, akhlaq, budi pekerti anak" (PR, ngaku sebagaisabtu,19 Juni 2010)
Mengapa kepada orang tua ? Memang orang tualah (terutama di rumah) sebagai peletak pertama dan dasar dari proses pendidikan seorang anak
Jelasnya menurut perkiraan, beliau turun bicara karena kejadian ini akan berefek sangat jelek, di samping memalukan Indonesia secara umum juga merusak moral dan budaya generasi muda khususnya di Indonesia.
Semoga saja pihak kepolisian secepatnya mengungkap kasus ini, pokoknya kami mendukung kerja mereka secara profesional dan kamipun siap membantu melalui jalur pendidikan dengan merazia ponsel dan yang lainnya (yang memang sudah menjadi program bulanan sekolah)


Tambahan : Sampai hari ini, di awal bulan juli 2010, Alhamdulillah penetapan Ariel-Luna-Cuttari sebagai tersangka Video penghangcur moral tersebut sudah nyata, termasuk tersangka pengunggah video berinitial K tersebut sudah ada di tangan kepolisian.
Kami mendukung kerja kepolisian Republik Indonesia, semoga semakin profesional
Sampai dengan hari ini Rabu, 14 Juli 2010 :
berdasarkan mas media cetak, mereka (ariel - luna) mengaku benar melakukan hal tersebut

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar